Tak terhitung biaya yang sudah dikeluarkan dari koceknya, tapi dokter yang sudah berkaliber dunia sekalipun menyerah!
Sampai suatu malam, Hondoko bermimpi bertemu dengan seorang Hamba Tuhan. Wajah dari Hamba Tuhan itu sangat familiar karena beberapa bulan yang lalu saat dia masih sehat bugar, Hamba Tuhan itu datang kerumahnya untuk melayani tapi dengan kasar dia mengusirnya. Di dalam mimpi Pak Handoko didoakan dalam nama Yesus dan dia SEMBUH, semua borok di tubuhnya, bau busuk hilang tanpa Ada bekas sedikitpun!!
"Tuhan Yesus" . .. , itu kata pertama yang keluar dari mulutnya saat terbangun dari mimpinya. Sudah lama sekali nama itu hilang dari hidupnya, kehancuran rumah tangga orang tuanya membuat dia membenci Tuhan Yesus.
Ibunya sangat aktif di pelayanan, begitu juga dengan ayahnya tapi ternyata ayahnya selingkuh dengan wanita teman sepelayanan di gereja mereka. Sakit hati dan malu, membuat sang Ibu tidak mampu berpikir jernih dan mengambil jalan pintas, BUNUH DIRI dengan menggantung diri di kamar Handoko. Ketika itu Handoko kecil sudah mengerti apa yang terjadi dalam rumah tangga orang tuanya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya DIAM!!!
Handoko tumbuh tanpa kasih kasih sayang, Ada akar kepahitan dalam hidupnya. Dari sudut materi dia mendapatkan semuanya tapi ada hal yang hilang dalam hidupnya. Hatinya penuh dendam, rasa kebencian akan ayahnya yang selingkuh, rasa kecewa pada Ibunya yang tega meninggalkan dia dengan cara bunuh diri, padahal dia aktif melayani Tuhan. Sejak kecil Ibunya selalu bercerita akan kebaikan dan campur tangan Tuhan bagi orang yang percaya dan setia padaNya dan dia juga MARAH pada Tuhan karena membiarkan keluarga mereka hancur!!
Antara putus asa dan adanya harapan untuk sembuh, dia menyuruh Hambali, orang yang dia percaya untuk memanggil Hamba Tuhan yang ada di mimpinya, yang pernah dia usir sebelumnya.
Ada syarat yang Handoko sampaikan; Hamba Tuhan itu tidak boleh diberitahu apa penyakit sesungguhnya yang dia derita, cukup mengatakan bahwa kakinya sakit dan is Hamba Tuhan tidak boleh masuk ke dalam kamar, cukup mendoakan dia dari luar kamar.
Dia ingin buktikan, benarkan Yesus itu ajaib, benarkah Yesus itu Maha Tahu dan mampu memyembuhkan penyakitnya melalui Hamba Tuhan yang akan mendoakan dia, tanpa melihat dan menjamah tubuhnya yang sakit. Katanya, "aku akan percaya"
Tampa menunda-nunda waktu, Hambali segera menjemput is Hamba Tuhan. Sesuai dengan persyaratan yang diajukan oleh Handoko, dikatakan penyakit yang diderita hanyalah sakit di bagian kaki dan is Hamba Tuhan tidak diiijinkan masuk kedalam kamar, cukup mendoakan dari luar.
Mendengar persyaratan ini, Hamba Tuhan bingung karena belum pernah ada yang minta dilayani dengan persyaratan seperti ini. Tapi Roh Kudus berbicara padanya, "Pergilah, lakukan bagianmu maka Aku akan lakukan bagianKu."
Setiba di tujuan, Ada keraguan di hati sang Hamba Tuhan, bagaimana mendoakan orang yang dia tidak lihat dan tidak tau sakitnya apa? Tapi kembali dia mendengar suara yang berkata, "Lakukan yang menjadi bagianmu anakKu, jangan ragu, jangan gunakan pikiranmu, Aku akan lakukan hal yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya."
Hamba Tuhan tersebut menaikkan pujian di depan pintu kamar, memuji dan menyembah Tuhan, dia merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa di ruangan itu, dan dia mulai berdoa, "Bapa, kuasaMu tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang dan selama-lamanya, hamba serahkan Bpk. Handoko ke tanganMu, jamah kakinya yang sakit sehingga dia bisa berjalan. Amin".
Setelah itu, Hamba Tuhan ini pamit pulang dn diantar oleh supir yang sudah disediakan.
Apa yang terjadi dengan Handoko?
Sepeninggal is Hamba Tuhan, Handoko menangis meraung2 di dalam kamar, tentu saja satu rumah panik tapi karena kamar dikunci dari dalam tak seorangpun bisa masuk. Lambat laun suara raungan mengencil menjadi isak tangis dan akhirnya diam.
Karena panik, Hambali memutuskan untuk mendobrak pintu kamar tapi terhenti ketika pintu kamar bossnya terbuka, dan semua Mata yang Ada diruangan itu terpukau, semua diam.
Handoko berjalan perlahan-lahan, dia sudah sembuh!! Borok yang ada ditubuhnya hilang, bau busuk yang menyengat hidung tidak ada lagi. Semua mata dipenuhi air mata suka cita!!
Sahabat, dari kisah diatas ada hal yang secara pribadi bisa Kita ambil untuk jadi renungan.
Ada 3 tokoh di renungan ini, dan saat ini tokoh apa yang sedang anda lakoni?
1. Sebagai Handoko
2. Sebagai orang yang melihat keajaiban dan karya Tuhan
3. Sebagai Hamba Tuhan
Tuhan memberkati.
From S. H Tarigan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar