CUKUPLAH KASIH KARUNIA-KU
2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Nana mulai bosan menjalani hidup! Sepertinya hanya ada satu jalan yang timbul dibenaknya, untuk keluar dari kesesakan ini, yaitu BUNUH DIRI!!
Tanpa mengenal waktu dan tempat, entah itu pagi, siang atau malam, pertengkaran antara ayah dan ibunya yang selalu dia lihat. Sepertinya orang tuanya tidak pernah bosan untuk saling menyakiti, masing-masing tidak mau kalah.
Dan akhir-akhir ini ayah mulai ringan tangan, Dan ibu pun tidak mau kalah, justru ikut membalas pukulan ayah dengan melempar benda-benda yang ada dirumah.
Nana mulai tak berdaya! Nana mulai kehilangan pegangan! Kemewahan yang orang tuanya berikan tak mampu mengobati luka hatinya.
Nana mulai frustasi, saat melihat Roni, adik satu-satunya terikat dengan 'narkoba' dan mulai sering tidak pulang kerumah, mencari diluar sana kasih sayang yang telah hilang di keluarga mereka.
Nana goyah! Nana terkulai! Ketika dia melihat sendiri, kekasih yang selama ini menjadi temannya berbagi SELINGKUH.
Kesesakan, kelemahan yang Nana rasakan membuat dia lupa pada satu Pribadi yang begitu mengasihiNya. Selama ini Nana aktif di setiap kegiatan gereja, tapi tekanan-tekanan yang dialaminya membuatnya tak mampu lagi merasakan bahwa kasih karunia dari Tuhan besar baginya.
Tak seorangpun mampu menghalangi keputusan Nana, dengan hati yang hancur dia meneguk pil penenang. Nana membantu Tuhan untuk mengakhiri hidupnya. Nana meninggal karena over dosis obat penenang.
Sobat,
Yesus katakan,"Cukuplah kasih Karunia-Ku bagimu", ini bukan sekedar janji Romeo kepada Juliet, ketika Allah berjanji, maka Dia pasti akan menepati janjiNya.
Kemarin malam, saya dijemput teman saya untuk bersama-sama pergi Ibadah. Dalam perjalanan menuju ibadah FA [Family Altar], saya melihat banyak motor, bus, truck yang lewat disamping kendaraan kami, saya sedikit ciut juga, karena teman saya ini, walau wanita tapi seperti pembalap.
Roh Kudus mengingatkan saya, "Sari, kebayang ngak kalau kendaraan itu menabrak kamu dan mengakibatkan kamu cacat seumur hidup, dan kamu tidak lagi leluasa pergi kesana-kemari sesuka hatimu". Teguran singkat ini membuat saya terdiam, selama ini saya terlalu sering kehilangan suka cita, hanya gara-gara satu masalah, dan MELUPAKAN "kasih karunia lainnya". Terlahir dengan sempurna, merupakan anugerah yang tak terhingga, saya bisa jalan kesana-kemari dengan bebas, saya dipilih dan diberi kesempatan untuk menyampaikan kabar baik kepada orang banyak, Dan ternyata saya masih merasa KURANG! Dan terlalu bodoh hanya karena satu "kerikil" saya lupakan berkat-berkat yang lainnya.
Kegelisahan, ketakutan dan kekuatiran membuat kita merasa dunia kita menjadi sempit. Kita kehilangan kekuatan. Kita kehilangan pegangan.
Mari kita pandang orang-orang disekitar kita, orang buta; lumpuh; kelaparan; kehilangan pekerjaan. . . . Tapi Tuhan tetap menjaga mereka, semiskin-miskinnya orang tidak pernah sampai menu makan malamnya "sepiring BATU"!
Nana berpikir, bahwa kematian adalah solusi yang paling baik untuk keluar dari masalah di dalam keluarganya. Kematian Nana, bukan akhir dari kemelut di dalam keluarga mereka, justru dibalik kematian Nana ada kejadian lain yang terjadi dan hal itu jauh lebih tragis! KEMATIAN NANA SIA-SIA.
Adiknya meninggal karena over dosis, stress karena kakaknya meninggal dengan cara seperti itu, stress melihat kondisi keluarga mereka. Ayah dan ibunya bercerai, saling menyalahkan sebagai penyebab kematian putrinya. Kekasihnya yang selingkuh, akhirnya menikah dan bukan dengan selingkuhannya tapi dengan 3 wanita setelah itu.
Kematian Nana sia-sia, padahal Kasih Yesus lebih dari cukup baginya, bahkan Yesus sudah mati baginya.
Dikirim oleh Sari Tarigan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar